Kisah Murid TK Kasih Topo, Yolantina

Wednesday, January 21, 2015

Yolantina yang dipanggil Tina, anak perempuan ini berusia 4 tahun baru datang ke Topo, distrik Uwapa  sekitar bulan Juni 2014. Dia berasal dari pedalaman Dogiyai, mama Nelly (istri Pdt Yusak Yobee) tidak tahan melihat sekujur  kulit tubuhnya yang penuh luka .  Dimandikanlah Yolantina di pantai Nabire, sambil diberikan  obat kulit dalam bentuk lotion. Dia tinggal bersama keluarga Pdt Yusak Yobee di rumah pastori milik Gereja Kemah Injil, tidak jauh dari tempat aku tinggal, yaitu kantor Gereja Kemah Injil.

Kisah Murid TK Kasih Topo, Noni Maria Iyai

Wednesday, January 21, 2015

Namaku adalah Noni Maria Iyai. Teman-temanku biasa memanggilku Noni. Dibulan November-Desember 2013, aku bertemu dengan “Pak Guru” dari Jakarta yang mengajari kakak-kakakku belajar matematika di gereja setiap mereka pulang sekolah.

“Aku tidak mau bermain atau tinggal dirumah aku harus ikut mereka, aku mau pandai berhitung, aku mau jadi orang pintar, aku mau sekolah, pokoknya aku mau sekolah”, gumannya dalam hati.

“Dan ini tidak main-main, berarti saya harus bangun pagi, mandi, bersih, taat pada pak Guru dan rajin belajar”.

Life Skill

Wednesday, January 21, 2015

Salah satu capaian TK Kasih Topo adalah anak didik mempunyai “ketrampilan hidup” yang lebih baik.   

Dalam materi pembelajaran ini, yang diadakan dua kali dalam satu bulan, diajarkan tentang bagaimana cara makan dan minum. Misalnya : Bagaimana cara menggunakan sendok dan garpu? . Sebelum makan harus cuci tangan dengan sabun, tidak makan terlalu cepat dan banyak tersimpan di mulut (molo-molo), supaya bisa cepat menggambil lagi. Boleh berbicara santai saat makanan didalam mulut sudah kosong. Dan makan secukupnya, tidak boleh mengambil banyak-banyak tetapi tidak dihabiskan.

Kasih Ibu

Wednesday, January 21, 2015

Di TK Kasih Topo distrik Uwapa ada satu murid yang “berkebutuhan khusus” - keseimbangannya terganggu dan susah berbicara-  namanya adalah Aldo, berumur tiga tahunan.  

Dia tinggal persis dibelakang sekolah TK Kasih dan cukup rajin datang ke sekolah, hanya harus ditunggu oleh mama Aldo.  Aldo merasa belum nyaman di dalam kelas tanpa kehadiran mama. Jadi pak guru mengijinkan mama Aldo untuk mendampinginya  sampai Aldo bisa lebih mandiri dan tidak mudah menangis. 

Mama Aldo setia mengantar dan menemani Aldo ke sekolah, dan membantu tugas-tugas yang harus Aldo kerjakan.