Ke Kandang

Wednesday, November 18, 2015

Ibu guru menerangkan bahwa binatang dapat bertambah banyak, bertambah banyak dan terus semakin banyak. Bagaimana caranya ya?, hewan bertambah banyak dengan cara beranak atau dengan cara bertelur. "Binatang apa saja yang bertambah banyak dengan bertelur?", tanya Ibu Guru, "Ayam, bebek, ikan, kura-kura, penyu dan buaya", jawab anak-anak. Yonantina dan teman-teman melihat telur bebek dan mulai menghitungnya, "Satu, dua, tiga,…", "Ada sembilan semuanya Ibu", teriak anak-anak. Simon dan teman-teman juga mengamati bebek yang sedang mengerami telurnya. Apakah telurnya tidak pecah ditindis oleh induk ayam ya?, pikir Simon Hilapuk. "Anak-anak, binatang apa yang bertambah banyak dengan cara beranak?", tanya Ibu Guru, "sapi, kambing, babi dan kuda", jawab anak-anak.  Nah di sini juga ada babi yang baru saja beranak.

Ibu Guru menerangkan juga bahwa tubuh binatang ada yang tertutup dengan bulu seperti bebek, burung dan ayam. Dan yang tertutup dengan bulu seperti babi, kucing dan anjing. Setelah dari kandang, anak-anak masuk kelas dan melanjutkan pelajaran menarik garis berurutan dari angka satu sampai lima belas. "Setelah terbentuk gambar unta, silahkan diwarnai!", perintah Ibu Guru. Ibu Guru menjelaskan bahwa binatang ada yang hidup di darat, air dan udara. Yang di udara cara bergerak dengan terbang. Yang hidup di darat bergerak dengan cara berjalan, berlari serta melompat. Anak-anak beraksi menirukan gerakan burung sedang terbang.  “Aku belok ke kiri  ada mangsa disana” , teriak Reni Tauwai. Sekarang kita menirukan gerakan kodok melompat, dan siapa yang melompat paling jauh dia yang menang. “Aku yang paling jauh”, seru Okto.  Tidak-tidak aku yang paling jauh, kata Simon sambil bangga merasa lompatannya memang paling jauh.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.